Profile

Universitas Batam (UNIBA) merupakan salah satu Perguruan Tinggi dari 31 Perguruan Tinggi yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau dan salah satu dari 5 Universitas yang terdapat di Kota Batam. Pada awal berdirinya di tahun 2000 bernama Universitas Abulyatama berdasarkan Surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Republik Indonesia Nomor : 58/D/O/2000 tertanggal 4 Mei 2000.

Peletakan batu pertama pembangunan kampus UNIBA (sekarang menjadi laboratorium terpadu) dilaksanakan oleh Bapak Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Prof. Dr. Satryo Sumantri Brojonegoro) pada tanggal 30 Mei 2000 dan peresmian penggunaan Gedung Kampus yang dibangun tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tanggal 6 Januari 2001.

Pada Tahun 2001 berdasarkan SK Mendiknas RI Nomor : 242/D/0/2001 tertanggal 16 November 2001, Universitas Abulyatama berubah nama menjadi Universitas Batam (UNIBA) dengan Rektor pertamanya Bapak Prof. Dr. H. M. Nazir (Tahun 2000-2002), Rektor kedua Prof H. Chainur Arrasjid, SH (Tahun 2003-2005), Rektor ketiga Prof. Dr. Ir. H. Jemmy Rumengan, SE, MM (Tahun 2006-2013), dan Rektor keempat (sekarang) periode Tahun 2014-2018 oleh Prof. Dr. Ir. H. Novirman Jamarun, M.Sc.

Universitas Batam terus meningkatkan akreditasi untuk seluruh Program Studi dan dalam mencapai jenjang akreditasi yang baik maka diperlukan upaya-upaya dalam meningkatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana salah satunya adalah kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Terbentuknya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Batam pada mulanya merupakan dua buah lembaga yang terpisah yaitu Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat. Kedua lembaga ini dibentuk pada tahun 2003. Kemudian untuk lebih efisien dalam pengelolaannya, kedua lembaga ini digabung menjadi satu lembaga melalui Keputusan Rektor UNIBA Nomor: 035/Rek/SK/UNIBA/I/2006 dengan nama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

LPPM adalah unsur pelaksana Tridarma Perguruan Tinggi yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Universitas dan berada di bawah Rektor. LPPM menangani penelitian dan pengabdian masyarakat yang bersifat multi disiplin, tematik, dan terapan.

Seiring dengan perkembangan IPTEKS yang semakin pesat dan adanya perubahan kebutuhan masyarakat kampus, maka LPPM Universitas Batam secara efektif tahun 2013 mengelola dana-dana penelitian dan pengabdian yang bersumber dari DRPM DIKTI, sumber dana dari APBD Provinsi Kepri, Pemerintahan Kota Batam/Daerah, dana institusi dalam negeri di luar kemdiknas dan dana mandiri Universitas Batam.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Batam mempunyai peranan yang cukup penting bagi Universitas Batam, karena merupakan Lembaga yang mengkoordinasikan, meningkatkan kuantitas dan kualitas pengembangan ilmu dan penerapan teknologi dalam bentuk pelayanan dan kerjasama dengan masyarakat luas, dimana:

  1. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat merupakan unsur pelaksana akademik di lingkungan universitas yang mengkoordinasi, memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
  2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat terdiri atas Ketua, Tenaga Ahli dan tenaga administrasi yang dilengkapi dengan unsur-unsur penelitian, dan pusat studi.
  3. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab kepada Rektor dan dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh seorang sekretaris.